Sabtu, 27 September 2014


Kenangan Termanis

Karya

AstriNoviana

Pemandangan indah,kapas – kapas berwaqrna jingga,dan terdengar suara gemuruh air di bendungan Aruturi membuatku tenagng dikala hati ini sakit.Sore ini aku akan beranjak ke bendungan.Hati ini terasa sakit dikala aku akan meninggalkan tempat ini yang merupakan tempat kelahiranku.Aku dan keluargaku akan pindah ke daerah lain.Aku sedih,dikala harus meninggalkan teman – temanku disini.Tinggal seminggu lagi aku beranjak dari sini.
Tepat pukul 16.00 WIB ,ku kayuh pedal sepedadenganpelannamunpasti.kulaluijalan yang setiapharikualewati.Akhirnyasampailahakudisebuahayunan yang takjauhdaribendungan.Aku pun duduk,melihat air bendungan yang terusmengalir.Memandangisudut – sudutbendungan,dantaman – tamancantik yang akankutinggalkan.Dalamhatiini,aku pun menangis .Bersamateman – temanakuberbagicandatawadandukadisini.

“Kring..kring..!!”Tiba – tibasuarahandphoneku berdering.
“Hallo,adaapa?TanyakupadaRiska ,temanku.
“Kamudimana?Aku, RendidanRismainginbertemudenganmu.
Aku pun tertegunsejenak.Laluakumenyuruhmerekadatangkesini.
            Setelahbeberapamenitkemudian, akhirnyamerekadatangdenganmembawa arum maniskesukaanku. Akhirnya kami bercengkramabersamasambilmenikmati arum manisitu. Teman-temankutaktahukalauakuakanmenunggalkanmerekadanpindahikut orang tua. Akutakberanimengatakaninisemua.
“kamukenapa Din?” Tanya Rendi yang mengejutkanku.
Akukaget.Akutakmenjawab.Hanyakubalasdengansenyuman.Merekapunbingungmelihatku yang sepertiini.Tepatpukul 18.00 WIB kamipunpulangkerumahmasing-masing.
Sesampai di rumah, akupunlangsungmasukkekamar.Menutuppinturapat-rapat.Akutakinginpindahdarisini.Banyakkenangan-kenanganmasalaludansekarang.Sejakbrumur 3 tahun, kuselalubermain di Waruturi.Menemukansahabat-sahabat yang saatiniselalumenemaniku.
“Din, cepetanmakanmalam!” teriakibukudaribawah.
Akupunlangsungberanjakdanlangsungmakanbersamakeduaorangtuaku.
Ku ambilsetengahcentongnasidanbeberapalaukpauk, karenaakutakbegituberseleramakan.
“Ayah, kenapakitaharispindahdarisini?” tanyakusambilmenghentikanmakankusejenak.
Ayah menjawabdengantegas “kitaharuspindahdan ayah haruspidahtempatkerja.”
Akutak bisamenjawabapa-apa.Setelahmakanmalam, akupunberanjakmerapikanjadwalbuatbesok.Setelahituakumemejamkankeduamataini.
******
Mentari telah bersinar,memunculkan sinar – sinar indah yang membuatku membuka mata.
Setelah bersiap aku pun berangkat menuju ke sekolahan.Ya,tempatku menimba ilmu.Aku pun disambut oleh kawan - kawanku yang masih bertanya – Tanya.Bel pun berdering.Aku pun duduk dibangku seperti biasa.Aku mengikuti pelajaran.Setelah jam istirahat berbunyi,akhirnya aku bertesrus terang kepada kawan – kawanku.
“Teman – teman,maafkan aku selama  ini jika aku pernah melakukan kesalahan.”kataku sambil meneteskan air mata.
Kawan – kawanku kebingungan.Akhirnya salah satu dari mereka memelukku.Dan berkata “ Kamu kenapa?”
“Aku akan pindah dari sini.”Sahutku.
“Kenapa kamu pindah ,Din?’’ Sahut Rendi.
“Kedua orang tuaku pindah ke Jakarta.” Jawabku.
Mereka terdiam dikala mendengar perkataanku tadi.Akhirnya mereka bias terima dengan keputusanku untuk pindah yang kurang 5 hari lagi.
Semua kenang – kenagna indah pernah terjadi di sekolahan ini.Mulai dari keterlambatanku masuk sekolah,dihukum kare tidak mengerjakan pr,terlalu banyak kenagan indahku bersama teman- temanku terutama teman yang sangat dekat denganku Risama dan Rendi.
“Din,mukamu jangan kusut napa?”ucap Risma yang duduk disampingku.Aku hanya dapat tersenyum terpaksa menatap Risma yang sekarang tengah memajang muka sedihnya.Perlahan air mata Risma pun menetes.
“Di,,,Aku pasti akan kangen sama kamu.”Lanjut Risma dengan sudah sembam karena air mata membasahi pipinya.
Aku cumin terdiam dan tak menjawabnya.Bibir ini seakan sudah terkunci.Perkataan Risma membuatku semakin sedih dan tak rela untuk melepaskan mereka dan tempat ini.
“Braaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkk!!!
Ku banting pintu kamar sekeras keras mungkin.Aku masih begitu berat meninggalkan tempat penuh kenagan ini.Mataku sudah memerah karena terlalu banyak menangis bahkan kepalaku juga begitu berat.
Hari terus berganti.Sekarang tinggal 4 hari lagi akan meninggalkan tempat ini.Dan aku benar – benar belum bias meninggalkan dan mengikhlaskan untuk pergi.
“Nglamun aja!”Celetuk Rendi dari belakangku.
Sekarang aku berada di tempat favoritku,Bendungan Waruturi.
Aku mengajak temankuRebdi untuk melihat pemandangan alam disini.Setelah beberapa menit kemudian,Risma dating dan langsung bergabung dengan kami.
“Wah..wah..!!Kalian nggak ngajak – ngajak aku sich!”Celoteh Risma sambil tersenyum sewot.
SAku dan Rendi hanya bias tertawa terbahak – bahak melihat eksprsei Risma.Kami bertiga pun berfoto – foto seperti biasa.Namun foto- foto ini lebih terkesan untuk perpisahan terakhir.
“Kamu tabah cantik aja!”Ujar Rendi pada diriku.
Aku pun berfikir dalam hati.”Kenapa nich anak?Demam kali ya?”Tanyaku dalam hati.
Aku dan Risma hanya bias tertawa terbahak – bahak.
“Hahahaha….!Tumben muji Dina?Mimpi apa loe?”Tanya Risma yang sedang tertawa terbahak – bahak.
“Apa – apaan sih kamu,Ris?”Jawab Rendi dengan rasa malu.Aku hanya bias terdiam melihat tingkah mereka berdua.
Hari semakin sore,saatnya aku pulang.Karena aku tak membawa sepedah,akhirnya aku dan Rendi boncengan.

*****
Hari ini,adalah hari ku meninggalkan tempat ini.Tempat penuh kenagna.Semua sudah siap,ayah dan ibu sudah siap di mobil.
“Tinnnnn…tinnnn!!!”klakson mobil pun dinyalakan oleh ayah.
“Din,buruan !Kita harus berangkat!”Teriak ibu di dalam mobil.
“Kringg..”Tiba – tiba suara handphone ku bordering.Ternyata Rendi mengirimkan pesan.Dia mengajak ketemuan sebntar di Bendungan Waruturi.Akhirnya aku mengiyakan.
Aku meminta kedua orangtuaku untuk melaju ke daerah Bendungan Waruturi.
Sesampai di sana,aku m3elihat Rendi yang sedang menunggu .Aku pun turun dari mobil.Dan air mataku pun menetes.
“Din,kamu jangan pergi!Aku ingin kamu selalu ada di sini.”Ucap Rendi sambil menetskan air matanya.,
“Aku tak bisa ,maafkan aku.Aku akan memberimu kabar sesampai di sana.”Jawabku.Sambil meneteskan air mata yang sudah tak bias ku bendung.
Akhirnya aku pergi meninggalkan dia,meninggalkan tempat penuh kenangan.Walaupun kita berbeda tempat,namun kita tetap sahabat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar