Kenangan Termanis
Karya
AstriNoviana
Pemandangan
indah,kapas – kapas berwaqrna jingga,dan terdengar suara gemuruh air di
bendungan Aruturi membuatku tenagng dikala hati ini sakit.Sore ini aku akan
beranjak ke bendungan.Hati ini terasa sakit dikala aku akan meninggalkan tempat
ini yang merupakan tempat kelahiranku.Aku dan keluargaku akan pindah ke daerah
lain.Aku sedih,dikala harus meninggalkan teman – temanku disini.Tinggal
seminggu lagi aku beranjak dari sini.
Tepat pukul
16.00 WIB ,ku kayuh pedal sepedadenganpelannamunpasti.kulaluijalan
yang setiapharikualewati.Akhirnyasampailahakudisebuahayunan yang
takjauhdaribendungan.Aku pun duduk,melihat air bendungan yang
terusmengalir.Memandangisudut – sudutbendungan,dantaman – tamancantik yang
akankutinggalkan.Dalamhatiini,aku pun menangis .Bersamateman –
temanakuberbagicandatawadandukadisini.
“Kring..kring..!!”Tiba
– tibasuarahandphoneku berdering.
“Hallo,adaapa?TanyakupadaRiska
,temanku.
“Kamudimana?Aku,
RendidanRismainginbertemudenganmu.
Aku pun
tertegunsejenak.Laluakumenyuruhmerekadatangkesini.
Setelahbeberapamenitkemudian,
akhirnyamerekadatangdenganmembawa arum maniskesukaanku. Akhirnya kami
bercengkramabersamasambilmenikmati arum manisitu.
Teman-temankutaktahukalauakuakanmenunggalkanmerekadanpindahikut orang tua.
Akutakberanimengatakaninisemua.
“kamukenapa
Din?” Tanya Rendi yang mengejutkanku.
Akukaget.Akutakmenjawab.Hanyakubalasdengansenyuman.Merekapunbingungmelihatku
yang sepertiini.Tepatpukul 18.00 WIB kamipunpulangkerumahmasing-masing.
Sesampai di rumah,
akupunlangsungmasukkekamar.Menutuppinturapat-rapat.Akutakinginpindahdarisini.Banyakkenangan-kenanganmasalaludansekarang.Sejakbrumur
3 tahun, kuselalubermain di Waruturi.Menemukansahabat-sahabat yang
saatiniselalumenemaniku.
“Din,
cepetanmakanmalam!” teriakibukudaribawah.
Akupunlangsungberanjakdanlangsungmakanbersamakeduaorangtuaku.
Ku ambilsetengahcentongnasidanbeberapalaukpauk,
karenaakutakbegituberseleramakan.
“Ayah,
kenapakitaharispindahdarisini?” tanyakusambilmenghentikanmakankusejenak.
Ayah menjawabdengantegas
“kitaharuspindahdan ayah haruspidahtempatkerja.”
Akutak bisamenjawabapa-apa.Setelahmakanmalam,
akupunberanjakmerapikanjadwalbuatbesok.Setelahituakumemejamkankeduamataini.
******
Mentari telah bersinar,memunculkan sinar – sinar indah yang
membuatku membuka mata.
Setelah bersiap aku pun berangkat menuju ke
sekolahan.Ya,tempatku menimba ilmu.Aku pun disambut oleh kawan - kawanku yang
masih bertanya – Tanya.Bel pun berdering.Aku pun duduk dibangku seperti
biasa.Aku mengikuti pelajaran.Setelah jam istirahat berbunyi,akhirnya aku
bertesrus terang kepada kawan – kawanku.
“Teman –
teman,maafkan aku selama ini jika aku
pernah melakukan kesalahan.”kataku sambil meneteskan air mata.
Kawan – kawanku
kebingungan.Akhirnya salah satu dari mereka memelukku.Dan berkata “ Kamu
kenapa?”
“Aku akan pindah dari
sini.”Sahutku.
“Kenapa kamu pindah
,Din?’’ Sahut Rendi.
“Kedua orang tuaku
pindah ke Jakarta.” Jawabku.
Mereka terdiam dikala mendengar perkataanku tadi.Akhirnya
mereka bias terima dengan keputusanku untuk pindah yang kurang 5 hari lagi.
Semua kenang – kenagna indah pernah terjadi di sekolahan
ini.Mulai dari keterlambatanku masuk sekolah,dihukum kare tidak mengerjakan
pr,terlalu banyak kenagan indahku bersama teman- temanku terutama teman yang
sangat dekat denganku Risama dan Rendi.
“Din,mukamu jangan
kusut napa?”ucap Risma yang duduk disampingku.Aku hanya dapat tersenyum
terpaksa menatap Risma yang sekarang tengah memajang muka sedihnya.Perlahan air
mata Risma pun menetes.
“Di,,,Aku pasti akan
kangen sama kamu.”Lanjut Risma dengan sudah sembam karena air mata membasahi
pipinya.
Aku cumin terdiam dan tak menjawabnya.Bibir ini seakan sudah
terkunci.Perkataan Risma membuatku semakin sedih dan tak rela untuk melepaskan
mereka dan tempat ini.
“Braaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkk!!!
Ku banting pintu kamar sekeras keras mungkin.Aku masih
begitu berat meninggalkan tempat penuh kenagan ini.Mataku sudah memerah karena
terlalu banyak menangis bahkan kepalaku juga begitu berat.
Hari terus berganti.Sekarang tinggal 4 hari lagi akan
meninggalkan tempat ini.Dan aku benar – benar belum bias meninggalkan dan
mengikhlaskan untuk pergi.
Sekarang aku berada di tempat favoritku,Bendungan Waruturi.
Aku mengajak temankuRebdi untuk melihat pemandangan alam
disini.Setelah beberapa menit kemudian,Risma dating dan langsung bergabung
dengan kami.
“Wah..wah..!!Kalian
nggak ngajak – ngajak aku sich!”Celoteh Risma sambil tersenyum sewot.
SAku dan Rendi hanya bias tertawa terbahak – bahak melihat
eksprsei Risma.Kami bertiga pun berfoto – foto seperti biasa.Namun foto- foto
ini lebih terkesan untuk perpisahan terakhir.
“Kamu tabah cantik
aja!”Ujar Rendi pada diriku.
Aku pun berfikir
dalam hati.”Kenapa nich anak?Demam kali ya?”Tanyaku dalam hati.
Aku dan Risma hanya
bias tertawa terbahak – bahak.
“Hahahaha….!Tumben
muji Dina?Mimpi apa loe?”Tanya Risma yang sedang tertawa terbahak – bahak.
“Apa – apaan sih
kamu,Ris?”Jawab Rendi dengan rasa malu.Aku hanya bias terdiam melihat tingkah
mereka berdua.
Hari semakin sore,saatnya aku pulang.Karena aku tak membawa
sepedah,akhirnya aku dan Rendi boncengan.
*****
Hari ini,adalah hari ku meninggalkan tempat ini.Tempat penuh
kenagna.Semua sudah siap,ayah dan ibu sudah siap di mobil.
“Tinnnnn…tinnnn!!!”klakson
mobil pun dinyalakan oleh ayah.
“Din,buruan !Kita
harus berangkat!”Teriak ibu di dalam mobil.
“Kringg..”Tiba – tiba
suara handphone ku bordering.Ternyata Rendi mengirimkan pesan.Dia mengajak
ketemuan sebntar di Bendungan Waruturi.Akhirnya aku mengiyakan.
Aku meminta kedua orangtuaku untuk melaju ke daerah
Bendungan Waruturi.
Sesampai di sana,aku m3elihat Rendi yang sedang menunggu
.Aku pun turun dari mobil.Dan air mataku pun menetes.
“Din,kamu jangan
pergi!Aku ingin kamu selalu ada di sini.”Ucap Rendi sambil menetskan air
matanya.,
“Aku tak bisa
,maafkan aku.Aku akan memberimu kabar sesampai di sana.”Jawabku.Sambil
meneteskan air mata yang sudah tak bias ku bendung.
Akhirnya aku pergi
meninggalkan dia,meninggalkan tempat penuh kenangan.Walaupun kita berbeda tempat,namun
kita tetap sahabat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar